
Dalam upaya meningkatkan wawasan kewirausahaan dan motivasi bagi siswa serta guru, SMKN 1 Singosari menyelenggarakan Pelatihan Kewirausahaan (Entrepreneurship) Hidroponik dan Motivasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 22 Februari 2025, bertempat di Ruang Auditorium mulai pukul 08.00 – 12.00 WIB. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang sistem pertanian hidroponik sebagai alternatif usaha berbasis pertanian modern, serta membangun semangat dan motivasi bagi peserta dalam mengembangkan keterampilan kewirausahaan.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai elemen sekolah, termasuk Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, para guru, kader hijau, unsur OSIS, siswa dari jurusan Pengelasan, serta karyawan PHL. Dengan kehadiran berbagai pihak, diharapkan pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang luas dalam pengembangan keterampilan dan pengetahuan mengenai kewirausahaan berbasis hidroponik. Untuk memberikan materi yang komprehensif, panitia menghadirkan dua narasumber yang ahli di bidangnya. Narasumber pertama adalah Dr. Drs. Agustinus Indradi, M.Pd, yang memiliki keahlian dalam bidang motivasi dan pengembangan diri. Sementara itu, narasumber kedua adalah Sapto Waluyo, S.P, M.MA, yang merupakan Ketua Kelompok Tani Brayat Minulyo Blimbing serta Ketua Divisi Pelatihan Rumah Bersama Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Malang.
Acara diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Bapak Lukito Wisnu, S.Pd selaku Master of Ceremony (MC). Setelah sesi pembukaan, materi pertama disampaikan oleh Dr. Drs. Agustinus Indradi, M.Pd yang membahas tentang motivasi dan pengembangan diri. Dalam sesi ini, peserta diberikan tes tertulis yang terdiri dari 20 pertanyaan untuk membantu mereka memahami karakter pribadi masing-masing. Tes ini bertujuan untuk menggali potensi diri dan meningkatkan kesadaran akan kemampuan yang dimiliki, sehingga peserta dapat lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan di dunia kewirausahaan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Materi kedua disampaikan oleh Bapak Sapto Waluyo, S.P, M.MA, yang memberikan wawasan mengenai sistem pertanian hidroponik. Dalam paparannya, beliau menjelaskan konsep dasar hidroponik, yaitu metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah dengan memanfaatkan air dan nutrisi khusus. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai media tanam yang dapat digunakan dalam hidroponik, seperti rockwool, arang sekam, dan cocopeat, serta peralatan yang dibutuhkan dalam proses bercocok tanam. Selain itu, peserta diajarkan mengenai tahapan dalam berkebun hidroponik, mulai dari pemilihan benih, penyemaian, pemindahan ke sistem hidroponik, perawatan tanaman, hingga panen. Beliau juga menjelaskan keuntungan dari sistem hidroponik, antara lain efisiensi penggunaan air, tidak memerlukan lahan yang luas, serta hasil panen yang lebih cepat dan higienis dibandingkan dengan metode pertanian konvensional.
Tidak hanya itu, dalam sesi ini juga dibahas berbagai sarana yang mendukung pertanian hidroponik, seperti sistem NFT (Nutrient Film Technique), sistem DFT (Deep Flow Technique), dan sistem wick. Peserta juga mendapatkan wawasan mengenai potensi hasil olahan dari produk hidroponik, yang tidak hanya dapat dikonsumsi secara langsung tetapi juga bisa diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti salad, jus sayuran, hingga produk olahan lainnya yang dapat dijadikan peluang bisnis.

Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memberikan wawasan yang lebih luas kepada guru, karyawan, dan peserta didik mengenai cara membuat media tanam hidroponik dengan benar, sehingga mereka dapat mengaplikasikan pengetahuan ini secara langsung. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk membantu peserta memahami karakter pribadi mereka melalui tes motivasi, yang diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan diri dan perencanaan masa depan. Lebih dari itu, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan jiwa kewirausahaan kepada para peserta, dengan fokus pada usaha berbasis pertanian hidroponik yang memiliki potensi ekonomi yang besar.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa dan guru SMKN 1 Singosari dapat memahami konsep hidroponik secara lebih mendalam, termasuk alasan memilih sistem ini sebagai metode bercocok tanam yang ramah lingkungan dan efisien. Selain itu, peserta juga diharapkan dapat mengetahui keuntungan dan tantangan dalam berkebun hidroponik, memahami berbagai sarana pendukungnya, serta mengembangkan kreativitas dalam mengolah hasil panen hidroponik menjadi produk bernilai jual. Lebih dari sekadar teori, kegiatan ini juga mendorong peserta untuk memiliki mental wirausaha yang tangguh, dengan harapan bahwa ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia industri pertanian modern.
Pelatihan kewirausahaan berbasis hidroponik ini menjadi salah satu langkah konkret dalam membekali siswa dan guru dengan keterampilan yang dapat diaplikasikan secara langsung, baik sebagai alternatif dalam bercocok tanam maupun sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Melalui pendekatan yang berbasis praktik dan teori, diharapkan peserta dapat semakin termotivasi untuk mengembangkan inovasi di bidang pertanian hidroponik dan menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan nyata.





