
SMKN 1 Singosari menyelenggarakan Rapat Koordinasi Wali Kelas pada Selasa, 11 Februari 2026, bertempat di ruang auditorium sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh wali kelas dari kelas X, XI, dan XII sebagai bagian dari penguatan koordinasi internal serta upaya meningkatkan kualitas pembinaan peserta didik secara menyeluruh.

Rapat dipimpin langsung oleh Bapak Sumariadi, S.Pd., M.M., selaku kepala SMKN 1 Singosari. Beliau menegaskan bahwa wali kelas memiliki peran strategis sebagai penghubung antara manajemen sekolah, guru mata pelajaran, orang tua, dan peserta didik. Wali kelas tidak hanya bertugas dalam administrasi kelas, tetapi juga menjadi pembimbing karakter, pengawas kedisiplinan, serta penggerak budaya positif di lingkungan sekolah.
Agenda utama rapat adalah penyamaan persepsi terkait kebijakan sekolah dan penegasan kembali pentingnya penerapan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) bagi seluruh peserta didik. Dalam pemaparan yang disampaikan, ditegaskan bahwa budaya K3 harus menjadi kesadaran kolektif, bukan sekadar aturan tertulis. Terlebih sebagai sekolah kejuruan yang memiliki banyak kegiatan praktik di bengkel dan laboratorium, penerapan standar keselamatan menjadi hal yang mutlak.

Beberapa poin penting yang dibahas dalam rapat antara lain, Penegasan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar jurusan masing-masing dan Pengawasan kedisiplinan peserta didik sebelum, saat, dan setelah kegiatan praktik.
Selain pembahasan K3, rapat juga menyoroti pentingnya sinergi antarwali kelas dalam menangani permasalahan peserta didik, termasuk kedisiplinan, motivasi belajar, serta pembinaan karakter. Disepakati bahwa komunikasi yang intensif dan koordinasi yang berkelanjutan menjadi kunci dalam menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan produktif.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh wali kelas memiliki kesamaan langkah dan komitmen dalam menjalankan tugas pembinaan. Dengan penguatan budaya K3 dan kedisiplinan yang konsisten, SMKN 1 Singosari terus berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara keterampilan, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan kerja sebagai bekal memasuki dunia industri.





