Budaya Jumat SMKN 1 Singosari dengan Istighosah dan Sosialisasi Aplikasi ANABUL Bersama Universitas Negeri Malang
WhatsApp Image 2025-11-14 at 19.40.32

Pada Jumat, 14 November 2025, SMKN 1 Singosari kembali mengadakan Giat Budaya Jumat sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan budaya positif di lingkungan sekolah. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang bertujuan membentuk peserta didik yang berakhlak, disiplin, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Pada kesempatan ini, kegiatan difokuskan pada istighosah dan sosialisasi aplikasi anti-bullying karya mahasiswa Universitas Negeri Malang.

Kegiatan istighosah diikuti oleh seluruh peserta didik kelas X dan dimulai dengan pelaksanaan Sholat Dhuha berjamaah. Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan tausiyah motivatif yang mengangkat tema pentingnya akhlak mulia dan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Melalui tausiyah ini, siswa diajak untuk memperkuat keimanan serta membangun sikap saling menghargai antar teman.

Dalam penyampaiannya, pembina keagamaan juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan sekolah agar tetap kondusif, damai, dan jauh dari tindakan merugikan. Peserta didik diingatkan bahwa perilaku baik yang ditanamkan sejak dini akan menjadi bekal berharga dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
Setelah rangkaian istighosah selesai, peserta didik kelas X melanjutkan kegiatan di aula untuk mengikuti sosialisasi anti-bullying. Sosialisasi ini menjadi upaya sekolah untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bahaya perundungan serta cara-cara mencegahnya. Dengan demikian, siswa memiliki keberanian untuk saling menjaga dan melapor jika menemukan tindakan yang tidak sesuai.

Sementara itu, peserta didik kelas XI mengikuti sosialisasi aplikasi ANABUL (Anti Bullying), sebuah inovasi dari mahasiswa Universitas Negeri Malang. Aplikasi ini dirancang untuk membantu pelajar berani speak up, melapor, dan mencari bantuan ketika melihat atau mengalami bullying. Dengan fitur yang sederhana, mudah digunakan, dan ramah pelajar, ANABUL diharapkan menjadi media efektif dalam pencegahan perundungan.

Dalam pemaparannya, tim mahasiswa UM menjelaskan berbagai fitur ANABUL, mulai dari sistem pelaporan rahasia, panduan penanganan kasus, hingga edukasi mengenai perilaku bullying. Aplikasi ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan mental dan keamanan siswa SMKN 1 Singosari, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bebas perundungan.
Kehadiran aplikasi ANABUL mendapat respons positif karena dinilai mampu menjadi sarana aman bagi siswa untuk menyampaikan keluhan tanpa rasa takut. Dengan memanfaatkan aplikasi ini, sekolah berharap dapat menurunkan risiko perundungan serta meningkatkan kenyamanan belajar bagi seluruh peserta didik.

Melalui rangkaian Giat Budaya Jumat ini, SMKN 1 Singosari semakin mantap dalam upaya membentuk peserta didik yang religius, berkarakter, dan peduli sesama. Dengan perpaduan kegiatan spiritual dan edukasi anti-bullying, sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung perkembangan setiap siswa-siswinya tanpa terkecuali.

Tinggalkan komentar