SOSIALISASI PT AMERTA GEOPARSIAL INDONESIA: MENGEMBANGKAN SOLUSI GEOSPASIAL UNTUK MASA DEPAN
Picture2

Pada Tanggal 22 Agustus 2024 Konsentrasi Keahlian Teknik Geomatika mengadakan kegiatan Guru Tamu dengan mengundang dari PT Amerta Geoparsial Indonesia, Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Nyoman Robby sebagai Direktur PT Amarta Geospasial indonesia dan Dr. (Cand). Ir. Ketut Tomy Suhari., S.T, M.T., IPP selaku Pemateri serta 6 alumni SMKN 1 Singosari yang telah bergabung di perusahaan tersebut.

Kegiatan ini dihadiri oleh siswa Kelas XI DPIB, XI TGEO didampingi oleh Waka Humas/ Hubin, Kepala Konsentrasi Keahlian, Guru Kejuruan DPIB dan TGEO.
Beliau mengenalkan PT Amerta Geoparsial Indonesia yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang solusi geospasial, menyediakan berbagai layanan dan produk berbasis teknologi geospasial untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, pertanian, hingga infrastruktur.
Adapun materi utamanya yaitu tentang perkembangan Teknologi Geoparsial saat ini yaitu Mengubah Cara Kita Melihat Dunia.

Teknologi geospasial telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir, membawa dampak signifikan pada berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, pertanian, hingga industri dan perencanaan kota. Inovasi dalam teknologi ini telah memungkinkan pengumpulan, analisis, dan visualisasi data spasial dengan tingkat akurasi dan efisiensi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Berikut adalah beberapa tren dan perkembangan terkini dalam teknologi geospasial.
1. Penggunaan Drone untuk Pemetaan dan Survei
Drone, atau Unmanned Aerial Vehicles (UAV), telah merevolusi cara pemetaan dan survei dilakukan. Drone dapat digunakan untuk mengumpulkan data dari area yang luas dengan cepat, menghasilkan peta yang sangat akurat dan detail. Teknologi ini telah mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan untuk survei lapangan tradisional. Drone juga dapat digunakan dalam pemantauan lingkungan, pertanian presisi, dan penilaian infrastruktur.
2. Pemanfaatan Data Satelit yang Semakin Canggih
Teknologi satelit terus berkembang, dengan resolusi gambar yang semakin tinggi dan kemampuan untuk mengumpulkan data dalam berbagai spektrum elektromagnetik. Data satelit ini digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pemantauan perubahan iklim, deteksi bencana alam, serta perencanaan tata ruang dan penggunaan lahan. Satelit juga memungkinkan pengawasan global secara real-time, memberikan informasi yang kritis bagi pengambilan keputusan.
3. Pengembangan Sistem Informasi Geografis (GIS) Berbasis Cloud
Sistem Informasi Geografis (GIS) telah menjadi lebih mudah diakses dan lebih kuat berkat perkembangan teknologi cloud. GIS berbasis cloud memungkinkan organisasi untuk menyimpan, mengelola, dan menganalisis data geospasial secara online, membuatnya lebih mudah diakses oleh berbagai pemangku kepentingan. Teknologi ini juga memungkinkan kolaborasi yang lebih baik antar tim yang tersebar di lokasi yang berbeda.
4. Big Data dan Analitik Geospasial
Integrasi big data dengan teknologi geospasial telah membuka pintu bagi analisis yang lebih kompleks dan mendalam. Data dari berbagai sumber, seperti sensor IoT, media sosial, dan perangkat mobile, dapat digabungkan dan dianalisis dalam konteks geografis. Analitik geospasial memungkinkan perusahaan dan pemerintah untuk mengidentifikasi tren, pola, dan hubungan yang tidak terlihat sebelumnya, sehingga meningkatkan pengambilan keputusan.
5. Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) dalam Visualisasi Geospasial
Teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) mulai diterapkan dalam bidang geospasial untuk memberikan cara baru dalam visualisasi data. AR memungkinkan pengguna untuk melihat data geospasial di dunia nyata melalui perangkat seperti smartphone atau kacamata AR, sementara VR memungkinkan pengguna untuk memasuki simulasi lingkungan yang dibangun berdasarkan data geospasial. Teknologi ini digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari pelatihan hingga perencanaan kota dan simulasi bencana.
6. Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning dalam Pengolahan Data Geospasial
Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning dalam pengolahan data geospasial telah menjadi semakin umum. Teknologi ini memungkinkan pengolahan data dalam jumlah besar dengan cepat dan akurat, serta mampu mengidentifikasi pola yang tidak dapat ditemukan oleh metode tradisional. AI digunakan dalam berbagai aplikasi geospasial, termasuk deteksi perubahan, pemetaan otomatis, dan analisis risiko bencana.
7. Integrasi Internet of Things (IoT) dengan Teknologi Geospasial
Integrasi antara Internet of Things (IoT) dan teknologi geospasial menciptakan ekosistem yang saling terhubung di mana data dari berbagai sensor dapat dikumpulkan, dianalisis, dan diintegrasikan dalam peta atau model geospasial. Misalnya, sensor IoT dapat digunakan untuk memantau kualitas udara, kondisi lalu lintas, atau kesehatan tanaman di pertanian, dan data tersebut dapat dianalisis dalam konteks spasial untuk memberikan wawasan yang lebih dalam.
8. Penggunaan Blockchain untuk Keamanan Data Geospasial
Teknologi blockchain mulai diterapkan dalam bidang geospasial untuk meningkatkan keamanan dan integritas data. Blockchain dapat digunakan untuk melacak asal usul data geospasial, memastikan bahwa data tersebut tidak dimanipulasi atau dirusak. Hal ini sangat penting dalam aplikasi yang memerlukan tingkat keamanan tinggi, seperti dalam perencanaan kota atau manajemen sumber daya alam.

Begitu luar biasa bukan ?
Semoga dengan kegiatan ini akan lebih membuka jendela wawasan kita khususnya Teknik Geomatika dan Desain Pemodelan & Informasi Bangunan sehingga lebih termotivasi untuk memperdalam ilmu dan juga mempersiapkan kompetensi untuk bersaing di Dunia kerja.

Tinggalkan komentar