Budidaya Tanaman Hidroponik Wujudkan Sekolah Adiwiyata Berkelanjutan
WhatsApp Image 2025-05-05 at 19.52.59 (3)

SMKN 1 Singosari terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan budaya peduli lingkungan hidup melalui berbagai program berkelanjutan. Salah satu program unggulan yang saat ini berjalan aktif adalah budidaya tanaman hidroponik, khususnya jenis sawi hijau dan berbagai sayuran daun lainnya, sebagai bagian dari pembelajaran berbasis lingkungan dalam program Adiwiyata Sekolah.

Kegiatan budidaya ini tidak hanya menjadi media pembelajaran praktik bagi siswa, tetapi juga mengedukasi tentang pentingnya sistem pertanian modern yang ramah lingkungan dan efisien. Metode hidroponik dipilih karena tidak membutuhkan lahan luas, efisien dalam penggunaan air, serta lebih higienis dibandingkan sistem tanam konvensional. Para siswa belajar langsung mulai dari proses pembenihan, perawatan, hingga pemanenan.

Dalam proses perawatannya, tanaman hidroponik ini menggunakan sistem wick dan sistem NFT (Nutrient Film Technique) yang banyak diaplikasikan dalam dunia pertanian modern. Setiap hari, siswa secara bergantian melakukan pengisian air dengan kadar pH yang terjaga antara 5.5 hingga 6.5, memastikan tanaman dapat menyerap nutrisi secara optimal. Air juga diperkaya dengan larutan nutrisi hidroponik AB Mix yang mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman.

Tak hanya perawatan air, kontrol cahaya dan kebersihan media tanam juga menjadi bagian penting dalam proses budidaya ini. Tanaman ditempatkan di area terbuka yang mendapat pencahayaan alami yang cukup, namun tetap terlindungi dari hujan dan hama. Semua proses dilakukan dengan pendampingan guru produktif dan pembimbing lingkungan sekolah, memastikan praktik yang dilakukan sesuai standar pertanian hidroponik yang baik.

Program ini tidak berhenti hanya pada proses tanam. Hasil panen dari budidaya hidroponik secara rutin dijual kepada masyarakat sekitar sekolah serta kepada bapak/ibu guru dan karyawan SMKN 1 Singosari. Harga yang ditawarkan terjangkau, sekaligus menjadi bentuk pembelajaran kewirausahaan bagi siswa. Melalui kegiatan ini, siswa diajak tidak hanya produktif dalam bertanam, tetapi juga belajar menjual dan memasarkan produk hasil olahan mereka sendiri.


Kepala SMKN 1 Singosari menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan visi sekolah sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri. “Budidaya hidroponik ini bukan hanya media belajar, tetapi bagian dari gaya hidup sehat dan ramah lingkungan yang kita tanamkan pada siswa. Mereka belajar bertanggung jawab, peduli lingkungan, sekaligus membangun jiwa enterpreneurship sejak dini,” ujarnya.
Dengan keberlanjutan program ini, SMKN 1 Singosari berharap dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi sekolah lain dalam mengembangkan pembelajaran yang terintegrasi antara keilmuan, lingkungan, dan kewirausahaan. Budidaya hidroponik bukan sekadar kegiatan bercocok tanam, tetapi juga menjadi jalan untuk mendidik generasi muda yang tangguh, peduli lingkungan, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
.

Tinggalkan komentar