
Malang, 4 Februari 2026 – SMKN 1 Singosari menyelenggarakan workshop bertajuk “Roketin Generasi Tunas Digital Bersama MyRepublic Indonesia: Edukasi Literasi dan Keamanan Digital” pada Rabu (4/2/2026) bertempat di aula sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh 180 siswa-siswi kelas X serta para Kepala Konsentrasi Keahlian sebagai bagian dari upaya penguatan karakter dan kompetensi digital peserta didik di era transformasi teknologi.

Perlu kita ketahui bersama bahwa Program “Roketin Generasi Tunas Digital” diluncurkan oleh MyRepublic dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk melindungi anak-anak di ruang digital. Fokus program ini adalah penggunaan internet yang aman, literasi digital, implementasi perlindungan anak di ruang digital, serta kerja sama multi-stakeholder. Program ini menargetkan lebih dari 200 sekolah dan memberikan edukasi kepada sekitar 60.000 siswa, guru, dan orang tua dalam satu tahun ke depan
Workshop menghadirkan tim edukasi dari MyRepublic Indonesia yang memberikan pemaparan interaktif mengenai pentingnya literasi digital, etika bermedia sosial, serta langkah-langkah menjaga keamanan data pribadi di ruang siber. Materi disampaikan secara komunikatif dengan pendekatan studi kasus yang dekat dengan kehidupan remaja, sehingga siswa dapat memahami risiko dan tantangan dunia digital secara nyata.

Dalam sesi literasi digital, peserta diajak untuk memahami cara memilah informasi yang valid, mengenali hoaks, serta membangun jejak digital yang positif. Sementara itu, pada sesi keamanan digital, siswa mendapatkan pemahaman tentang pentingnya penggunaan kata sandi yang kuat, kewaspadaan terhadap phishing, serta perlindungan data pribadi saat menggunakan media sosial dan platform daring lainnya.
Kepala SMKN 1 Singosari Bapak Sumariadi, S.Pd., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi bersama MyRepublic Indonesia. Beliau menegaskan bahwa generasi muda tidak hanya dituntut untuk melek teknologi, tetapi juga harus cerdas dan bijak dalam memanfaatkannya. “Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa-siswi mampu menjadi generasi tunas digital yang produktif, beretika, dan bertanggung jawab dalam setiap aktivitas di dunia maya,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dalam sesi diskusi. Para siswa aktif berbagi pengalaman terkait penggunaan media sosial dan tantangan yang mereka hadapi di dunia digital. Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi para Kepala Konsentrasi Keahlian untuk terus mengintegrasikan literasi dan keamanan digital dalam proses pembelajaran di masing-masing program keahlian.
Dengan terselenggaranya workshop ini, SMKN 1 Singosari menegaskan komitmennya dalam membekali peserta didik dengan kompetensi abad ke-21, khususnya dalam bidang literasi dan keamanan digital. Sinergi antara dunia pendidikan dan industri diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga tangguh dan aman dalam menghadapi dinamika perkembangan teknologi.





