Saat Kata Bertemu Warna: Kreativitas Siswa Teknik STEMA Melejit Lewat Kolaborasi Puisi dan Seni Visual
Picture5

Singosari, 16 Mei 2025 — SMKN 1 Singosari terus berinovasi dalam mengembangkan pembelajaran bermakna bagi siswanya. Salah satu bentuk transformasi pembelajaran tersebut diwujudkan melalui projek kolaboratif lintas mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Seni Budaya, yang mengusung tema “Kata dan Warna dalam Harmoni.”

Kegiatan yang diselenggarakan di aula sekolah ini menjadi ruang ekspresi kreatif bagi siswa kelas XI dari berbagai kompetensi keahlian teknik. Dengan pendekatan Project-Based Learning (PJBL), para siswa diajak untuk menyelami sastra dan seni, serta mempresentasikan hasil karyanya dalam dua bentuk utama:
Antologi Puisi: Kumpulan puisi yang ditulis oleh siswa dengan berbagai tema seperti cinta tanah air, lingkungan hidup, perjuangan, dan mimpi masa depan.
Karya Seni Visual :Lukisan, ilustrasi, dan kolase yang menjadi interpretasi visual dari puisi-puisi tersebut.

Kegiatan ini tidak sekadar mengajarkan teori, tetapi mengajak siswa untuk mengalami proses kreatif secara langsung. Mulai dari eksplorasi ide, diskusi kelompok, penyusunan konsep, hingga presentasi karya, semua dirancang untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, ekspresi artistik, dan kerja sama lintas jurusan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa siswa SMK, khususnya jurusan teknik, juga memiliki kepekaan rasa dan kemampuan berbahasa. Sastra dan seni bukan hanya milik anak IPS atau Bahasa, tetapi juga ruang tumbuh bagi anak teknik,” ujar Ibu Dwi Nur Aini, guru Bahasa Indonesia sekaligus pembimbing kegiatan.

Melalui kegiatan ini, SMKN 1 Singosari berhasil mematahkan stereotip bahwa siswa teknik hanya unggul di mesin dan gambar teknik. Karya-karya puisi yang puitis dan lukisan yang ekspresif membuktikan bahwa mereka juga memiliki imajinasi, kepekaan, dan keterampilan literasi yang kuat.

Kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan penuh dari guru-guru mapel, wali kelas, dan manajemen sekolah. Kepala sekolah dan waka kurikulum turut memberikan apresiasi tinggi atas semangat kolaborasi dan partisipasi siswa.
“Pendidikan vokasi bukan hanya mencetak tenaga kerja, tetapi juga membentuk manusia utuh—yang cerdas secara teknis, emosional, dan estetis,” terang salah satu pimpinan sekolah dalam sambutannya.

Tinggalkan komentar