
SMK Negeri 1 Singosari kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan pendidikan vokasi yang inklusif dan memberdayakan melalui penyelenggaraan Pelatihan Pertukangan bagi Penyandang Disabilitas, yang berlangsung pada 29 April hingga 3 Mei 2025. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara SMKN 1 Singosari, Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kabupaten Malang, dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang. Pelatihan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kelompok masyarakat rentan, agar memiliki akses yang setara terhadap keterampilan kerja serta peluang di bidang kewirausahaan.

Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat di workshop pertukangan SMKN 1 Singosari dan dihadiri oleh Kepala SMK Negeri 1 Singosari, perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang, serta Ketua Gerkatin Kabupaten Malang. Dalam sambutannya, seluruh pihak menyampaikan harapan agar pelatihan ini mampu menjadi batu loncatan bagi para peserta untuk lebih mandiri dan percaya diri dalam menghadapi dunia kerja.Bertempat di workshop pertukangan SMKN 1 Singosari, pelatihan ini diikuti oleh peserta disabilitas dari berbagai wilayah di Kabupaten Malang.

Selama empat hari, peserta mendapatkan materi pelatihan dasar yang disampaikan secara praktis, adaptif, dan ramah disabilitas. Materi pelatihan mencakup pengenalan alat kerja dan keselamatan kerja, teknik dasar pertukangan seperti pengukuran, pemotongan, dan perakitan, praktik pembuatan produk sederhana berbahan kayu, serta pembekalan kewirausahaan berbasis keterampilan. Semua sesi pelatihan didampingi oleh instruktur berpengalaman dari SMKN 1 Singosari.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak hari pertama. Dengan pendekatan yang bersifat personal dan inklusif, peserta mampu mengikuti pelatihan secara aktif dan mandiri. Salah satu perwakilan dari Disnaker menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja maupun usaha mandiri bagi penyandang disabilitas. “Kami percaya bahwa keterampilan teknis adalah bekal penting untuk kemandirian, dan melalui pelatihan ini, mereka bisa memiliki masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan ini mencerminkan sinergi kuat antara dunia pendidikan dan instansi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh, tanpa diskriminasi. SMKN 1 Singosari terus berupaya menjadi pelopor pendidikan vokasi yang tidak hanya unggul dalam bidang teknis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai inklusivitas dan pemberdayaan sosial. Melalui kegiatan seperti ini, sekolah berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang mandiri, berdaya, dan setara.





